Tips For Moms
Pertama-tama sebenarnya Bunda perlu
mengetahui dulu penyebab dari mengapa anak susah makan buah. Anak mungkin nggak
akan menjelaskan secara langsung atau gamblang tentang mengapa dia nggak suka
dengan buah-buahan. Ada juga kok anak yang ternyata nggak mau buah-buahan
karena dia memiliki pengalaman buruk saat pertama kali memakan buah-buahan.
Seperti misalnya, anak memiliki persepsi tentang rasa masam saat memakan buah
jeruk untuk pertama kalinya. Persepsi tersebut kemudian bisa berkelanjutan dan
anak akan menganggap bahwa semua buah-buahan nggak enak rasanya.
Nah, bila sudah ketemu penyebabnya,
Bunda bisa mulai melakukan beberapa cara supaya bisa mengajak anak untuk
menyukai konsumsi buah-buahan.
1.
Sajikan Buah Dengan Potongan Unik
Salah satu penyebab anak susah makan
buah adalah karena mereka nggak senang melihat potongan buah yang biasa-biasa
aja. Bagi anak-anak potongan biasa nggak menarik untuk dilihat apalagi dimakan.
Jadi, cara yang pertama yaitu dengan
mengkreasikan tampilan buah-buahan dengan bentuk yang unik. Anak-anak pada
umumnya lebih cenderung tertarik dengan tampilan yang lebih menarik terlebih
dahulu dibandingkan dengan rasa dari makanan tersebut. Oleh karena itu, Bunda
perlu belajar untuk menghidangkan potongan buah dengan bentuk yang cukup unik.
Susun aja buah-buahan menjadi bentuk yang bervariasi dan setelah anak tertarik
untuk memakan, biarkan anak untuk merasakan buah-buahan tersebut. Dari sini
persepsi anak akan mulai berubah bahwa rupanya buah-buahan nggak “semengerikan”
yang dia bayangkan selama ini.
2.
Kenalkan Buah Yang Manis Terlebih Dulu
Penyebab anak susah makan lainnya
adalah karena mereka trauma dengan rasa masam/kecut dari buah-buahan yang
pertama kali mereka coba. Jadi pastikan untuk mengenalkan buah-buahan dengan
rasa yang segar dan manis terlebih dahulu. Jangan mengenalkan buah-buahan
dengan rasa yang terlalu sepat, masam atau justru nggak enak.
Variasi dari pilihan buah yang manis
untuk anak-anak adalah seperti misalnya semangka, mangga, melon, pisang, pepaya
dan jeruk.
Buah-buahan dengan tekstur keras
seperti apel, bengkuang dan pir hendaknya dikenalkan pelan-pelan sebagai
prioritas kedua. Anak lebih mudah untuk memakan buah dengan tekstur lembut jadi
dia juga lebih menyukai untuk memakan jenis buah-buahan tersebut. Tentu saja
ini sangat berguna terutama untuk mengenalkan jenis buah-buahan yang ada untuk
anak-anak.
Buah yang manis juga mengandung glukosa
yang merupakan sumber energi. Ini sangat membantu utamanya untuk anak yang
tidak mau makan nasi.
3.
Berikan Pujian, Bukan Hukuman
Bunda harus ingat bahwa dalam
menghadapi anak susah makan buah dan sayur jangan sekali-kali memberikan janji
atau pun punishment. Sebagai contoh nih, jangan mengatakan pada anak bahwa
Bunda akan memberi dia hadiah kalau dia mau memakan buah atau sayur. Cara ini
justru nggak membuat anak jadi suka buah karena kemauannya sendiri. Justru
membuat anak jadi pamrih untuk melakukan sesuatu hanya karena berharap diberi
imbalan.
Jangan gunakan kalimat mengancam
seperti akan memberi hukuman bila anak nggak mau makan buah dan sayur. Karena
alasan anak-anak untuk tidak menyukai sesuatu bisa berbeda-beda. Bahkan ada
masalah yang lebih rumit yaitu ketika anak tidak mau makan nasi yang pasti
bikin kepala orang tua lebih pusing. Tapi tetaplah bersabar, jangan menghukum.
Menghukum efeknya akan memaksa anak
dan nggak bagus untuk perkembangan anak. Biarkan anak dengan pelan-pelan
menyukai buah dan sayur sesuai dengan pengenalan yang Bunda berikan. Ada yang
akan cepat untuk menyukai buah, ada yang lebih cepat menyukai sayur, tapi akan
ada juga yang masih rewel. Mengingat psikologis anak yang berbeda-beda, Bunda
tentu saja lebih paham dengan karakteristik anak masing-masing.
Ngomong-ngomong soal imbalan, Bunda
bisa memberikan pujian bagi anak sebagai reward pada saat dia mau untuk makan
buah. Ini akan memotivasi anak untuk semakin menyukai buah karena merasa
didukung oleh Bunda. Jangan salah, kalimat sederhana seperti, ”Pintarnya anak
mama bisa ngabisin pisang!”, itu cukup ampuh untuk membuat anak semakin bangga
karena “prestasi kecilnya” menghabiskan buah. Motivasi anak untuk mencoba
buah-buahan lain. Gunakan juga kalimat sederhana seperti, “Nih buat adik yang
pintar, kemarin udah makan pisang sekarang coba pepaya ya. Rasanya juga lebih
enak lho!”. Kalimat-kalimat suportif semacam ini akan mendukung anak untuk
semakin suka dengan buah-buahan dan sayuran.
4.
Jangan Memberi Terlalu Banyak Jenis
Variasi dari jenis buah-buahan dan
sayur yang diberikan kepada si anak juga mestinya Bunda atur. Jangan terlalu
dekat dalam memberikan variasi. Misalnya nih, berikan rentang antara 7-10 hari
untuk mengenalkan satu buah pada anak-anak.
Bunda bahkan bisa butuh waktu lebih
dari sepuluh kali untuk mengenalkan satu jenis buah atau sayur. Ya, butuh
ketelatenan memang supaya anak mau untuk mencoba buah-buahan dan sayuran yang
Bunda tawarkan. Yang jelas, ingat seperti penjelasan yang sudah ada tadi:
jangan mengenalkan buah-buahan dengan tekstur keras, rasa yang masam, sepat
atau kurang menarik pada anak. Buah-buahan dengan rasa manis umumnya lebih
disukai anak karena anak suka dengan rasa yang manis-manis.
5.
Ajak Si Kecil Berpartisipasi
Mengajak serta anak saat
mempersiapkan buah juga bisa Bunda lakukan supaya anak lebih tertarik untuk
mencoba memakan buah. Ajak anak untuk mengupas buah karena ini termasuk
bermanfaat untuk mengajari anak dalam menyiapkan buah yang akan ia konsumsi.
Begitu selesai mengupas buah, ajak
pula anak untuk menyajikan potongan buah yang akan dimakan. Biasanya anak akan
lebih bersemangat untuk menikmati hasil dari usahanya. Jangan lupa berikan
pujian pada anak atas keberhasilannya dalam menyiapkan buah. Bila sudah selesai
menyiapkan buah, saat akan memakan buah, Bunda juga bisa ikut menemani anak.
Jangan segan untuk ikut makan buah bersama karena dengan demikian anak akan
merasa aman bahwa apa yang dia makan nggak berbahaya. Buah dan sayur nggak
bikin gemuk, kok, Bunda. Jadi tenang saja ya, Bunda! ^_^
Dengan melibatkan anak secara
langsung pada saat menyiapkan buah, Bunda bisa memberikan si kecil kesempatan
untuk melihat bahwa buah dan sayuran yang akan dia makan sangat aman dan
bermanfaat. Bunda juga bisa memvariasikan strategi supaya anak bisa semakin
menyukai buah-buahan dengan cara memberinya cerita-cerita menarik. Ini berguna
supaya anak juga semakin tertarik untuk memakan buah dan sayuran Berikan
gambaran mengapa buah-buahan dan sayuran sangat penting untuk dimakan karena
bisa menjaga kesehatan. Bunda bisa menggunakan bahasa-bahasa sederhana yang
mudah dipahami si Kecil.
Memang, untuk membuat anak lebih
menyukai buah-buahan membutuhkan waktu dan kesabaran. Bunda juga bisa
menanyakan kepada si anak langsung makanan yang paling disukai terlebih dahulu.
Tanyakan apakah anak ingin mencoba buah-buahan yang rasanya enak. Berikan
sedikit penjelasan pada anak tentang buah-buahan yang akan dimakan. Ini akan
menggali rasa penasaran anak dan semakin tertarik untuk makan buah. Kreativitas
Bunda akan dibutuhkan untuk membuat anak suka untuk memakan buah-buahan dan
sayuran. Cara-cara di atas sudah termasuk cukup menjelaskan mengenai cara
paling umum yang bisa Bunda lakukan untuk membuat anak gemar mengkonsumsi
buah-buahan.
6.
Perlihatkan Dengan Tindakan
Nah ini dia yang susah kalo Mamanya
ternyata nggak suka buah juga, hehehe…
Jangan dong, Bun… Bunda juga perlu
memberi contoh yang baik pada si kecil agar dia suka dengan buah-buahan.
Caranya yaitu dengan memberinya contoh langsung dengan ikut mengkonsumsi
buah-buahan dengan si Kecil. Dengan demikian, anak bisa langsung melihat bahwa
rupanya Bunda juga termasuk rutin dalam memakan buah-buahan. Anak jadi malas
makan buah dan sayur disebabkan karena banyak faktor dan salah satunya adalah
karena dia jarang melihat Mamanya makan buah dan sayur.
Menyediakan buah-buahan setiap hari
sebagai menu tambahan di rumah bisa membuat anak semakin sering untuk
mengkonsumsi buah-buahan yang ada. Bunda bisa memberikan figur yang baik jadi
anak nggak ragu lagi untuk memakan buah-buahan.
7.
Libatkan Buah Dalam Imajinasinya
Anak susah makan buah dan sayur
tetaplah merupakan anak-anak yang gemar berimajinasi. Mereka menyukai cerita
dan dongeng. Jadi kita bisa memanfaatkan celah ini untuk mengajak mereka makan
buah dan sayur.
Bunda bisa mengajak anak untuk
membaca cerita menarik seputar buah-buahan. Kreasikan aja cerita ala Bunda yang
bisa menunjukkan betapa pentingnya makan buah dan sayur. Selain dengan
bercerita, Bunda juga bisa mengajak anak untuk menonton video yang memiliki
edukasi untuk makan buah dan sayuran dengan rutin. Kenali karakter favorit
anak. Ceritakan bagaimana karakter favorit tersebut ternyata juga rutin untuk
mengkonsumsi buah-buahan. Ini bisa membuat anak termotivasi untuk mengikuti hal
serupa. Jangan heran Bunda, anak-anak memang akan lebih mudah melakukan sesuatu
bila idola mereka juga melakukan hal yang sama. Langkah ini tentunya bisa Bunda
lakukan supaya anak juga tertarik untuk mengkonsumsi buah-buahan.
Demikianlah 7 tips bagaimana cara
mengatasi anak susah makan buah dan sayur. Intinya adalah kesabaran dan
kreatifitas dari Bunda.

Komentar
Posting Komentar